Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2008

Taman Air Narmada

Taman Air Narmada terletak di sebelah timur kota Mataram, tepatnya 11 kilometer dari pusat kota Mataram. Taman Air Narmada di bangun oleh Raja Karang Asem bernama Anak Agung Gede Ngurah, yang bertujuan untuk membuat sebuah taman dan tempat pemujaan Dewa Shiwa.

Di dalam Taman Air Narmada terdapat beberapa kolam, kolam terbesar yang ada di dalam komplek taman tersebut bernama Segara Anakan, yang sumber Airnya berasal dari Mata Air Gunung Rinjani.

Tak jauh dari kolam ini, ada sebuah tempat yang diyakini sebagai penghasil air awet Muda, Di dalamnya pengunjung dapat melakukan Persembhyangan yang ditujukan kepada Dewa Shiwa dan setelah itu mendapatkan Tirta dari sebuah tempat di dalam dinding yang Airnya tidak pernah kering, walaupun terus mengalir sepanjang hari. Air inilah yang diyakini sebagai Air Awet Muda.

Lingsar


Lingsar sebuah taman yang terletak tidak jauh dari Narmada, -/+ 7 kilometer dari Taman Air Narmada. Taman Lingsar ini merupakan sebuah bukti nyata bahwa Hindu dan Muslim dapat hidup secara berdampingan. Hal ini dikarenakan Pura Lingsar dan sebuah tempat melakukan ritual keagamaan muslim berada dalam 1 komplek.

Taman ini dibangun pada tahun 1714 dan sempat mengalami renovasi pada tahunn 1878. Taman ini dibangun sebagai Simbolis bahwa kerukunan antar Hindu Bali dan Muslim Sasak akan tetap terjaga.

Di dalam Komplek taman, ada sebuah kolam yang di yakini sebagai tempat untuk memohon segala sesuatu. Uniknya, kita harus menyiapkan uang logam pecahan berapa saja, lalu setelah berdiri membelakangi kolam tersebut uang logam tersebut kita genggam sambil mengucapkan permintaan kita, Setelah itu koin tersebut diletakkan diatas telapak tangan dan dilemparkan. Apabila Koin tersebut masuk ke dalam kolam maka permintaan anda akan dikabulkan, namun sebaliknya jika tidak masuk maka permintaan anda tidak akan dikabulkan. Kondisi ini sebenarnya kepercayaan masyarakat sekitar sana yang percaya akan cerita nenek moyangnya, namun saat saya mencoba dengan meminta kelulusan Ujian Nasional, hal itu dikabulkan.

Ya hal ini kembali lagi ke diri kita masing - masing mau percaya atau tidak.

Selasa, 26 Agustus 2008

Pantai Kuta Lombok

Saudara Kembar pantai Kuta

Saudara kembar? ya, memang pantai Kuta Lombok merupakan "kembaran" dari pantai Kuta yang ada di Bali. Selama ini kita mengenal bahwa pantai Kuta hanya ada di Bali, dan kita menilainya sebagai the most beautiful place, padahal pantai Kuta Lombok ini bagi saya sendiri masih teralu jauh Indahnya dari pada pantai Kuta Bali.

Hmm... Saya coba gambarkan berdasarkan imaginasi saya saja ya...
Perjalanan kita ke pantai ini dari kota Mataramnya sendiri menempuh waktu -/+ 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan. Selama beberapa menit terakhir perjalanan kita memasuki daerah pantai kita hanya bisa menyaksikan daerah gersang yang kurang terawat serta bukit - bukit yang tandus. Setelah anda memasuki sebuah kawasan yakni Hotel Novotel, perasaan jenuh akan daerah yang anda lalui tadi akan hilang karena Developer dari manajemen Hotel mampu mendesign sebuah tata ruang yang indah untuk daerah yang kurang mendapat perhatiaan dari pemerintah daerah.

Kembali kekeadaan pantai Kuta Lombok, saat anda keluar dari kendaraan anda, akan ada 2 hal yang akan menyambut anda, yakni Angin sepoi-sepoi dan pedagang Asongan yang kurang tertib dan bersikap kurang ramah dalam menjajakan (lebih baik jalan dulu baru beli2). Saat menginjak pasir di pantai ini, anda akan merasakan kekaguman akan putihnya pasir-pasir di pantai ini. Selain itu pasir-pasir ini tidak sama dengan pasir-pasir pantai yang pernah saya kunjungi, bentuk pasirnya itu sebesar biji-biji merica sehingga membuat kita agak kesuliatan melangkah di pasir.

Keindahan Pantai Kuta Lombok dengan pasir putihnya yang seperti butiran merica, ternyata memiliki sejarah dan ceritanya sendiri. Pantai yang belum banyak dikunjungi turis, jika dibandingkan dengan Pantai Kuta di Bali, adalah salah satu pantai yang menjadi pusat berkumpulnya nyale atau cacing laut. Dari sinilah setiap setahun sekali di Pantai Kuta dirayakan Festival Bau Nyale atau mencari nyale.

Nyale-nyale yang berjumlah miliaran tersebut membangun sarang di karang-karang berwarna putih. Untuk membangun sarang, nyale-nyale melubangi karang. Hasil galian karang menjadi butiranbutiran pasir yang dihanyutkan ombak dan gelombang ke pinggir pantai.

Peristiwa yang berlangsung sejak ribuan tahun lalu itu terjadi terus menerus. Karena itu tumpukan butiran pasir menjadi pasir yang hanya bisa ditemukan di Pantai Kuta Lombok.

Selain itu, pantai Kuta Lombok ini sangatlah dangkal, sehingga kita dapat berjalan ke arah yang lebih tengah dari bibir pantai. Pantai Kuta Lombok ini juga sangat unik karena letaknya dikelilingi bukit-bukit.


Sumber : pengalaman pribadi and okezone