Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2008

Pura Ulun Danu


Pura Ulun Danu adalah pura terbesar setelah pura Besakih, terletak disebelah barat dari Danau Bratan dan di dataran tinggi Bedugul sekitar 1239 meter diatas permukaan air laut.

Pada awalnya pura ini terletak di sebelah Utara dan Barat, namun setelah terjadinya bencana alam pada tahun 1926, Letak Pura ini dipindah ke arah Barat seperti sekarang.

Pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu atau Dewi Danau, hal ini dikarenakan pada jaman dahulu Pura ini terletak pada daerah irigasi sehingga masyarakat berdatangan memohon untuk mendapatkan berkah agar panen musim ini berlimpah.

Sekilas mengenai sejarah Pura Ulun Danu yang saya kutip dari www.parisada.org
"Kilasan sejarah Pura Ulun Danu Beratan dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat dalam lontar babad Mengwi.
Data Arkeologi. Di depan halaman sebelah kiri dari pura Ulun Danu Beratan terdapat sebuah sarkopagus dan sebuah papan batu, yang berasal dari masa tradisi megalitik, sekitar 500 SM. Kedua artefak tersebut sekarang ditempatkan masing-masing di atas Babaturan (teras). Bisa diperkirakan bahwa lokasi di mana Pura Ulun Danu Beratan terdiri, telah digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan ritual sejak jaman megalitik.

Data Dalam Babad Mengwi. Lontar Babad Mengwi secara tersirat menguraikan bahwa I Gusti Agung Putu sebagai pendiri kerajaan Mengwi mendirikan Pura di pinggir Danau Beratan, sebelum beliau mendirikan Pura Taman Ayun. Dalam lontar tersebut tidak disebutkan kapan beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, namun yang terdapat dalam lontar itu adalah pendirian Pura Taman Ayun yang upacaranya dilaksanakan pada hari Anggara Kliwon Medangsia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa Dewa yaitu tahun caka 1556 (1634 M). Berdasarka uraian dalam lontar Babad Mengwi tersebut dapat diketahui bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan sebelum tahun saka 1556, oleh I Gusti Agung Putu. Semenjak pendirian pura tesebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh rakyatnya " I Gusti Agung Sakti"."

Pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4 komplek pura yaitu:
Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa berfungsi untuk memuja keagungan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan lestarinya alam semesta.

Kamis, 28 Agustus 2008

Pantai Kuta

Pantai Kuta (Kuta Beach) sapa sih yang tidak mengenal dengan pantai yang indah ini. Ya, Pantai Kuta yang terletak di kabupaten Badung ini memang sangat terkenal di seluruh penjuru dunia.

Pantai Kuta terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya, sehingga mendapat julukan sebagai Sunset Beach. Banyak Turis yang berdatangan baik domestik maupun mancanegara.

Selain itu Pantai Kuta juga terkenal dengan tempat surfingnya, sehingga pertumbuhan perekonomian disana sangat tinggi dan cepat. Saat ini di sekitar Pantai Kuta sudah banyak terdapat toko-toko dan Hotel yang berdiri megah di sekitar Kuta.

Pantai Kuta paling banyak mendapatkan banyak tamu pada saat musim liburan, hampir semua masyarakat mengunjungi pantai kuta, untuk menikmati keindahannya secara langsung.

Disekitar Pantai Kuta banyak terdapat tempat wisata lainnya, seperti WaterBoom (Bagi yang mau bermain Air sepuasnya) ada juga Centro (Bagi yang mau belanja) dan ada Juga Pub dan Diskotik (bagi yang demen dugem nih).

Jadi emang tepat kalo Kuta bisa menjadi daerah tujuan wisata no 1 di Bali.

Pasar Seni Sukowati

Pasar Seni Sukowati terletak di kabupaten Gianyar, Pasar ini merupakan tempat tujuan utama bagi para pencari barang kesenian baik Domestik maupun Mancanegara. Pasar Seni Sukowati letaknya sekitar 20km dari jantung kota Denpasar. Walaupun jaraknya 20 Km, waktu yang ditempuh hanya membutuhkan waktu -/+ 30menit jika melalui Jalan By Pas Ida Bagus Mantra.

Di Pasar Seni Sukowati terdapat berbagai macam barang hasil kesenian tangan asli dari bali, bisa berupa baju, kain, pernak-pernik, kerajinan bambu, lukisan dan juga lain-lainnya. Harga yang ditawarkan di Pasar Seni Sukowati juga sangat bervariasi malah saya menilainya sangat murah jika kita bandingkan dengan barang - barang yang dijual di Denpasarnya.

So, kalo ke Bali lagi jangan jalan-jalan di Kuta aja, kita juga perlu nih mampir ke Pasar ini.

Sebuah saran dan Tips aja nih :
  1. Harga disini masi bisa ditawar !
  2. Oiya sediakan uang cash yang cukup, karena masi jarang yang menggunakan kartu Debit.
  3. Belanja yang banyak biar bisa dijual lagi...
Semoga bermanfaat ya....

Selasa, 26 Agustus 2008

Desa Ubud

Desa Adat Ubud

Ubud adalah sebuah desa di Kabupaten Gianyar yang terletak sekitar 25 km dari Kota Denpasar ke arah timur laut. Sebagaimana desa-desa pedalaman lain di Bali, nuansa pedesaan di Ubud masih didominasi sawah dan ladang yang masih relatif terjaga dan dikelola de
ngan baik, diiringi pemukiman penduduk dengan arsitektur tradisonal Bali yang khas. Ubud saat ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Bali yang menawarkan wisata budaya dan alam.
Yang menjadi daya tarik Ubud adalah jiwa seni yang mengakar kuat dalam masyarakat setempat. Dan berproduksi secara konsisten dan berkualitas, menjadi bagian tak terpisahkan dari nafas kehidupan masyarakat setempat. Darah seni sepertinya menjadi talenta, kemampuan dan etos alami masyarakat di sini. Mulai dari seni lukis, patung sampai musik gamelan dan tari. Hal ini menarik seniman mancanegara untuk datang mempelajari dan ikut berkarya di sini. Bahkan sampai yang jatuh cinta, dan dengan segenap kecintaan dan kemapuan yang dimiliki trut membantu perkembangan dan mobilitas khasanah seni masyarakat Ubud. Salah satunya adalah seniman Antonio Blanco yang datang, menetap, berkeluarga dengan menikahi wanita Bali, sampai meninggal di Ubud. Sepanjang hayatnya di Bali ia salah satu seniman asing yang turut serta memajukan kesenian Bali sehingga terkenal sampai mancanegara.

Selain menawarkan kesenian tangan yang khas, Ubud juga mampu memberikan nuansa wisata alam yang sangat eksotis dan memukau bagi para wisatawan Domestik dan Mancanegara. Hal ini merupakan peranan dari Desa Adat Ubud yang mau mempertahankan kelestarian alam sehingga menimbulkan sebuah simbiosis Mutualisme antar manusia dan alamnya.

Desa Adat Ubud juga merupakan daerah tujuan wisata yang tepat, jika anda sekeluarga hendak berpergian ke Bali. Karena sudah dapat dipastikan bahwa musim liburan di Balli, pantai Kuta sudah pasti ramai pengunjungnya, dan mengapa kita tidak memilih alternatif tempat liburan selain di Kuta.


sedikit kutipan dari mannusantara